Fungsi Seni Teater Dalam Keseharian

Teater memiliki arti sebagai tempat atau gedung pertunjukkan. Sedangkan istilah kata ini diartikan sebagai hal yang dipertunjukan di atas pentas untuk dinikmati.

Teater dalam arti sempit bisa diartikan sebagai sebuah drama atau perjalanan hidup seseorang yang dipertunjukan diatas pentas serta disaksikan banyak orang sesuai dengan naskah yang tertulis.

Di dalam arti yang lebih luas, teater merupakan segala adegan yang memiliki peran untuk ditunjukan didepan banyak orang seperti ketoprak, ludruk, wayang, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, acrobat, dan lain-lain.

Di dalam perkembangannya, istilah teater berkaitan erat dengan kata drama Diana kata teater dan drama memiliki istilah yang berbeda.

Drama sendiri merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani Kuno “draomai” yang artinya bertindak atau berbuat.

Dapat disimpulkan bahwa teater berkaitan dengan pertunjukan sedangkan drama berkaitan dengan peran atau naskah cerita yang akan dipentaskan.

Jadi, teater merupakan visualisasi dari drama. Dengan kata lain drama merupakan salah satu unsur dari teater.

Seiring dengan perkembangan teknologi, peranan seni teater bukan hanya dijadikan sebagai sarana upacara maupun hiburan, namun juga sebagai sarana pendidikan.

Sebagai bagian dari seni, teater juga berperan dalam nilai efektif di masyarakat. Salah satunya adalah untuk hiburan.

Namun, selain itu ternyata masih banyak lagi fungsi yang dimiliki oleh seni teater dan berguna untuk masyarakat. Lalu, apa sebenarnya fungsi dari seni teater ini?

1.Sebagai Sarana Upacara dan Media Ekspresi

Sebagai Sarana Upacara dan Media Ekspresi

Di awal kemunculan teater, teater juga hadir sebagai sarana upacara persembahan kepada Dewa Dyonesos dan juga upacar pesta untuk dewa Apolla.

Teater di daerah Indonesia sebagian juga ada yang berfungsi sebagai keperluan untuk upacara yang biasanya disebut dengan teater tradisional.

Seni teater sebagai sarana upacara tak membutuhkan penonton karena penontonnya merupakan bagian dari peserta upacara itu sendiri.

Teater juga memiliki focus utama pada laku serta dialog dimana dalam praktiknya seniman teater akan menunjukkan seninya dalam bentuk gerakan tubuh dan ucapan.

2.Teater Sebagai Media Hiburan dan Pendidikan

Teater Sebagai Media Hiburan dan Pendidikan

Dalam fungsinya sebagai media hiburan, teater juga telah dipersiapkan dengan maksimal sebelum pementasan dengan harapan agar penonton bisa terhibur.

Karena itulah, teater perlu dipersiapkan dengan baik sehingga saat dipentaskan, penonton atau pemirsa akan merasa terhibur.

Selain itu, teater yang juga merupakan seni kolektif tidak dikerjakan secara mandiri dan memerlukan kerja tim.

Melalui sebuah pertunjukan, manusia lebih mudah mengambil nilai baik buruk kehidupan dibandingkan hanya membaca cerita.

Lewat teaterm orang akan diajak untuk berorganisai dan bekerja sama. Jika dipentaskan, teater akan memberikan pesan-pesan kepada pemirsa atau penonton.

Melalui cerita, penonton atau pemirsa tidak akan terasa terdidik untuk mengerti kebaikan dan juga kejahatan.

Itulah 2 fungsi penting sebuah teater di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Teater sendiri memiliki beberapa jenis yang terkenal di sini, yaitu teater boneka, drama musikal, teater gerak, dan teater dramatic.

Tiap jenisnya memiliki perbedaan dan keunikannya masing-masing. namun, setiap jenisnya sangat terkenal di Indonesia.

Nah, untuk kalian yang suka dengan seni teater, tentu kalian harus mengetahui dulu apa sebenarnya fungsi dari seni teater tersebut. Dengan begitu, kalian akan menjadi lebih mudah mempelajari apa itu teater.

Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat terutama bagi kalian yang saat ini sedang mencari informasi mengenai seni teater.

Teknik Olah Tubuh Harus Kamu Kuasai Sebelum Berakting, Gimana Caranya?

Menjadi seorang aktris atau actor dalam drama mungkin merupakan mimpi bagi banyak orang. Karena, mereka percaya bahwa dengan jalan ini mereka bisa sukses dengan lebih mudah.

Dengan hanya menjual nama yang sudah tenar di mana-mana, kita pasti bisa mendapatkan berbagai pendapatan di luar berakting.

Namun, berakting juga bukanlah sesuatu yang mudah. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui terlebih dahulu sebelum melakukannya.

Salah satunya adalah teknik olah tubuh yang sangat penting dan krusial di dalam drama ataupun teater.

Teknik ini juga bisa dibilang paling sulit namun harus dikuasai oleh calon actor dan aktris. Nah, untuk kalian yang ingin mempelajarinya, kalian tak perlu khawatir. Karena, di bawah ini kami akan memberikan cara untuk mengolah tubuh kalian untuk berakting.

Teknik Olah Tubuh

Teknik Olah Tubuh

Memainkan sebuah karater tentu saja bukan hanya memerlukan suara tapi juga memerlukan gerakan tubuh yang cocok.

Menggerakan tubuh memerlukan gabungan dari pikiran serta emosi yang dialami oleh seorang karakter.

Seorang pemeran yang professional bisa menirukan mimic gerakan serta berubah menjadi orang lain ketika diminta.

Cara mengolah tubuh bisa dengan memperhatikan lingkungan sekitar yang terjadi secara natural. Perhatikan gesture tubuh seseorang saat mengalami sesuatu atau apa yang akan dilakukan seseorang saat ia memiliki emosi tertentu.

Teknik mengolah tubuh juga terdiri atas beberapa cara untuk melatih tubuh sesuai dengan anggota tubuhnya.

Ada beberapa cara untuk melatih anggota tubuh, yaitu:

1.Melatih Kepala, Leher, dan Tubuh Bagian Atas

Melatih Kepala, Leher, dan Tubuh Bagian Atas

Ada 4 langkah yang harus kalian lakukan untuk melatih leher dan kepala, yaitu dengan cara:

  • Menjatuhkan kepala ke depan lalu ayunkan kiri dan ke kanan
  • Menjatuhkan kepala ke arah kanan lalu ayunkan ke kiri melalui bagian depan, setelah itu diayunkan kembali ke kenan melewati bagian belakang.
  • Melatih bahu dengan cara yang sama dengan sebelumnya
  • Melakukan gerakan bersamaan dengan kaki dan tangan yang gerakannya variasi.

Melatih tubuh bagian atas juga berguna untuk membuat tubuh menjadi lebih lentur dan siap melakukan hal yang dilakukan oleh karakter di dalam peran. Cara melatihnya cukup mudah, yaitu dengan:

  • Berdiri dengan merenggangkan kaki sekitar 60 sentimeter
  • Menekuk lutut sedikit lalu mencondongkan kedua tubuh kedepan
  • Tubuh dibiarkan posisi seperti itu untuk beberapa saat
  • Lalu menegakkan tumbuh kembali hingga lurus
  • Ulangi dengan arah yang berbeda (kiri, kanan, belakang)

2.Melatih Pinggul, Lutut, Kaki dan Seluruh Batang Tubuh

Melatih Pinggul, Lutut, Kaki dan Seluruh Batang Tubuh

Pelatihan pinggul, lutut, dan kaki berguna untuk melatih pergerakan serta melenturkan bagian bawah tubuh, cara melatihnya adalah:

  • Berdiri tegak serta kaki rapat, menekuk lutut lalu kembali tegak
  • Berdiri tegak dengan satu kaki, kaki yang lain lurus ke depan. Menekuk lutut lalu kembali tegak. Dilakukan sebaliknya.
  • Memutar lutut ke kiri dan kanan dan buat gerakan variasi pada lutut.

Sedangkan melatih pergerakan tubuh secara menyeluruh dan melenturkan tubuh bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • Berdiri tegap, angkat tangan ke atas, lalu loncat dan meregangkan diri. Setelah itu merapatkan kembali tubuh secara pelan-pelan sambil mendarat.
  • Menggoyangkan seluruh tangan dan kaki ketika di udara.

Setelah melatih anggota tubuh, teknik dasar seni peran juga harus melatih gerakan-gerakan seperti berjalan, berlari, melompat.

Gerakan-gerakan ini nantinya akan disesuaikan dengan apa karakter peran yang akan kalian mainkan.

Itulah 3 cara untuk mengolah tubuh yang bisa kalian lakukan. Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat.

Teknik Dasar Seni Peran Yang Harus Kamu Tahu

Teater dan juga drama atau film memang membutuhkan para actor dan juga aktris yang ahli di bidangnya untuk memerankan karakter di dalam drama tersebut.

Actor maupun aktris tersebut bisa menjadi sebuah karir yang luar biasanya. Misalnya saja actor dan aktris yang ada di Indonesia dan berkarir hingga ke kancah internasional.

Menjadi actor maupun aktris dalam teater memerlukan keahlian teknik dasar seni peran yang sangat baik.

Teknik Dasar Seni Peran

Teknik Dasar Seni Peran

Pada dasarnya, ada beberapa teknik yang bisa dilatih agar para pemain bisa mengembangkan diri mereka sendiri. Lalu, apa saja sih teknik yang kami maksud?

1.Teknik Olah Pikiran

Teknik Olah Pikiran

Mengolah pikiran bisa membantu para pemain untuk menjiwai suatu peran dalam cerita. Teknik dasar seni peran ini bisa dilatih dengan beberapa cara.

Yang pertama kalian harus mengolah pikiran dari jiwa dimana teknik ini mengharuskan kalian memisahkan pikiran dengan perasaan serta emosi yang dialami.

Kalian bisa mengolah pikiran dengan mengingat segalanya tentang peran yang akan dimainkan serta dimaknai dengan lebih dalam.

Kedua kalian bisa mengolah pikiran dengan indra manusia dimana kalian menggunakan kelima indra kalian untuk merasakan setiap unsur kehidupan yang ada.

Kalian juga bisa mendapatkan esensi dari yang bisa dirasakan seperti mencium wangi sedap, mendengar jeritan, disentuh kekasih, bernyanyi, dan sebagainya.

Memiliki imajinasi terhadap karakter yang dimainkan serta posisi karakter berada akan menjadi kunci keberhasilan kita dalam mengolah pikiran.

2.Teknik Olah Suara

Teknik Olah Suara

Mengolah suara bisa membantu kalian untuk memberikan karakter yang lebih baik dengan pemberian intonasi dalam pengucapan.

Membawa intonasi yang tinggi di saat karakter sedang marah bisa membuat penonton merasakan amarah yang dikeluarkan.

Enggunakan suara yang tersedu-sedu saat menangis juga akan mengundang rasa simpati orang yang menontonnya.

Ada beberapa hal yang harus diolah dalam suara, yaitu pertama ucapan harus jelas agar penonton mengerti apa yang diucapkan oleh pemeran. Selain itu sebagai kejelasan kepada pemain lainnya juga untuk melanjutkan aksi selanjutnya.

Kedua ucapan yang keluar harus memiliki tekanan yang bisa dimainkan agar penonton bisa merasakan emosi.

Dan yang terakhir ucapan harus memiliki volume suara yang tepat karena hal ini bisa membuat situasi menjadi lebih nyata.

Teriakkan memerlukan suara yang kencang, berbeda dengan saat kalian menangis dimana suara yang dikeluarkan cenderung pelan.

Kalian bisa melatih olah suara dengan melatih kejelasan ucapan, tekanan ucapan, dan volume ucapan yang kalian miliki.

3.Teknik Olah Tubuh

Teknik Olah Tubuh

Memainkan karakter bukan hanya menggunakan suara namun juga menggunakan tubuh. Dimana menggerakan tubuh harus menggabungkan pikiran dan emosi yang dialami oleh karakter.

Seorang pemeran yang professional juga bisa menirukan mimic gerakan serta berubah menjadi orang lain saat diminta.

Cara mengolah tubuh bisa dengan memperhatikan lingkungan sekitar yang terjadi secara natural. Perhatikan gesture tubuh seseorang saat mengalami sesuatu atau apa yang dilakukan mereka saat memiliki emosi tertentu.

Teknik mengolah tubuh terdiri dari beberapa cara untuk melatih tubuh sesuai dengan anggota tubuhnya.

Ada beberapa cara untuk melatih tubuh yaitu melatih kepala dan leher, melatih tubuh bagian atas, melatih pinggul, lutut, dan kaki, melatih seluruh batang tubuh, focus serta konsentrasi, melatih emosi, membangun watak, dan masih banyak lagi.

Itulah 3 dasar olah peran yang harus kalian kuasai sebelum kalian terjun ke dunia acting. Semoga bermanfaat.

Pengertian dan Sejarah Teater Secara umum

Kita pasti sering mendengar yang sebuah kesenian yang dimana isinya terdapat beberapa orang yang bermain sandiwara atau drama diatas panggung, itu lah yang dinamakan Kesenian Teater. Selain itu jika kita artikan Teater dari asal kata atau etimologis, maka Teater bisa juga diartikan sebagai sebuah tempat yang digunakan untuk bermain drama atau sandiwara baik berupa Gedung, Balai ataupun Aula Auditorium.

Penjelasan lainnya berdasarkan ilmu pengetahuan dan para ahli seni lainnya, Teater bisa diartikan juga melalui beberapa cara seperti berdasarkan Arti Kata Atau Etimologisnya. Teater berdasarkan arti kata memiliki arti tempat pertunjukan, pengertian ini didapatkan dari asal Kata Teater yaitu “Theatron” dalam Bahasa Yunani.

Secara mudah, Teater juga bisa diartikan secara menyeluruh(Luas) dan juga secara sempit, Secara luas Teater memiliki arti sebagai orang – orang yang bermain peran  dan menjalankan adegan drama dengan berakting sebagai sebuah karakter diatas sebuah tempat atau panggung yang disediakan. Secara Sempit, Teater berarti sebuah drama atau adegan yang dimainkan diatas panggung atau tempat yang sudah disediakan oleh panitia.

Pada jaman sebelum era digital, masyarakat sering menikmati teater dengan datang ke pertunjukan teater secara langsung, sekarang setelah memasuki era digital, masyarakat sudah mulai berhenti untuk pergi ke teater untuk menonton pentas seni teater karena sekarang semuanya sudah serba digital. Secara sadar ataupun tidak, seni teater sebenarnya sudah sering kita saksikan dan nikmati dijaman modern ini seperti ketika kita menonton sinetron TV, film atau drama melalui media Digital seperti nonton TV atau Live Streaming.

Sejarah Teater

Sejarah Teater

Untuk Sejarah dari Teater, belum dapat dipastikan kapan pertama kali ditemukan Teater ataupun seni Teater, namun dari hasil penelitian dan penemuan – penemuan dari masa lampau, naskah drama teater tertua di dunia ditemukan di Mesir yang dituliskan oleh I Kher-Nefert 2000 tahun sebelum Masehi. Hal ini ditemukan juga bersamaan dengan penemuan – penemuan lain seperti pembangunan piramida, pembuatan atau penanggalan kalender, pembangunan saluran irigasi dan sudah mulai mengenal ilmu pengobatan dengan cara pembedahan yang menunjukan bahwa seiring dengan perkembangan masyarakat Mesir Kuno yang semakin maju menciptakan sebuah seni baru seperti Teater pada saat itu.

Naskah Teater yang ditulis oleh I Kher-Nefert yang dikenal sebagai Naskah Teater Tertua di dunia berjudul “Naskah Abydos”. “Naskah Abydos” merupakan Naskah Teater yang digunakan sebagai pertunjukan Teater Ritual yang menceritakan tentang pertarungan antara 2 dewa, yaitu Dewa Baik dan Dewa Jahat. Selain dari Naskah yang dituliskan I Kher-Nefer, ditemukan ukiran – ukiran pada relief kuburan yang diperkirakan sudah ada sejak 5000 tahun sebelum Masehi, yang berarti bisa diperkirakan bahwa Adegan tersebut sudah ada di masyarakat dan di mainkan dimasyarakat pada zaman itu.

Dari naskah Teater yang dituliskan oleh I Kher-Nefert yang berjudul “Naskah Abydos”, bisa disimpulkan juga bahwa teater memiliki beberapa fungsi yang menjadi fungsi utama pada masa itu yaitu digunakan sebagai upacara dalam ritual agama primitive dengan cara menggunakan cerita agamais pada masa itu dan dijadikan sebagai naskah teater yang kemudian dimainkan pada saat upacara keagamaan.

Selain sebagai upacara ritual, teater juga dijadikan sebagai cara untuk mengenang seorang pahlawan atau seseorang yang dihormati disaat orang tersebut sudah gugur dalam perjuangannya dengan cara membuat naskah teater dari kisah hidup dari sang pahlawan dan memainkan naskah tersebut disaat – saat tertentu untuk mengenang perjuangannnya

Demikian Pengertian dan Sejarah dari Teater, semoga informasi ini dapat berguna bagi kita semua.

2 Cara Mudah Melatih Ekspresi Wajah Dalam Akting

Seorang pemain drama perlu mengontrol tubuhnya sendiri agar sesuai dengan peran yang akan ia mainkan.

Untuk bisa menguasai getsur tokoh-tokoh tertentu dengan baik, kalian p0erlu melakukan latihan olah tubuh.

Di samping itu, kalian juga perlu melakukan observasi atau pengamatan terhadap figure tokoh yang akan kalian perankan.

Penonton juga bisa mengetahui suasana hati tokoh yang diperankan melalui mimic yang diperlihatkan oleh pemain.

Cara Melatih Ekspresi Wajah

Cara Melatih Ekspresi Wajah

Agar mimic kalian bisa terlatih dengan baik, kalian bisa melakukan kegiatan senam wajah setiap hari. Caranya adalah dengan mengegrak-gerakkan seluruh otot wajah kalian hingga terasa pegal.

Hal ini bisa membantu kalian melenturkan otot-otot wajah kalian sehingga mudah dibentuk untuk menampilakn ekspresi-ekspresi tertentu. Intonasi yang baik juga bisa membuat penonton tak jenuh dan permainan pun menjadi lebih hidup.

Pengolahan intonasi bisa dilakukan dengan cara menaik turunkan volume suara, merendah tinggiakn frekuensi nada bicaram mengatur tempo pengucapan, mengatur dan mengolah warna dan tekstur suara.

Kepekaan rasa, kecerdasan pikiran dan wawasan, kekuatan dan kelentukan tubuh, sera kemampuan dalam mengungkapkan dialog naskah yang akan dibawakan harus dimiliki oleh seorang actor.

Lalu, bagaimana cara melatihnya? Yuk simak di bawah ini.

1.Teknik Vokal

Teknik Vokal

Untuk menguasai teknik vocal yang baik sangat dibutuhkan latihan yang tekun, terus menerus, dan dalam waktu yang cukup lama. Ada beberapa macam latihan vocal, yaitu:

a.Latihan pernapasan

Latihan pernapasan ini berguna untuk:

  • Menjaga stamina
  • Mampu menyuarakan dialog-dialog panjang tanpa terganggu pemapasannya
  • Teknik pernapasan dapat dimanfaatkan untuk mewarnai karakter tertentu

b.Latihan pengucapan

  • Latihan ini berguna untuk menciptakan artikulasi yang jelas pada setiap tokoh
  • Latihan memperkaya kemungkinan-kemungkinan (variasi) dan intonasi
  • Latihan bersuara keras dan jelas
  • Latihan gerak

2.Teknik Gerak

Teknik Gerak

Gerak dalam drama secara keseluruhan disebut acting. Acting berfungsi untuk menyatakan karakter, situasi batin, emosi, dan penciptaan situasi panggung.

Teknik gerak atau acting dapat dibagi menjadi 4 macam, yaitu mimic, gesture, movement, dan business.

  • Mimik merupakan gerak perubahan muka (alis, mata, hidung, telinga, kening, dan mulut)
  • Gesture merupakan gerak tangan, perubahan posisi tubuh, dan isyarat. Gesture sangat efektif untuk mengutarakan atau mengungkapkan emosi, ide, dan situasi
  • Movement merupakan pertukaran tempat kedudukan dalam pentas, untuk menciptakan motivasi dan menata blocking
  • Business merupakan kesibukan khusus, misalnya menyapu atau menjahit

Latihan gerak bisa dibagi menjadi 2 macam yaitu latihan elastisitas tubuh yang bisa menjadikan tubuh elastis sehingga bisa diperintahkan sesuai keinginan.

Dan latihan irama yang akan melatih tubuh untuk peka pada rasa dan irama. Jika rasa dan tubuh sudah cukup peka pada irama, maka ia bisa diperintahkan untuk bergerak sesuai dengan ritme yang dikehendaki.

Latihan ini bisa dilakukan lewat dance, chacha, bergerak sangat lambat, ataupun bergerak sangat cepat.

Selain 2 hal diatas, ada lagi yang harus diperhatikan, yaitu memperhatikan stamina, sedangkan saat memerankan tokoh drama, kalian harus memperhatikan hal berikut:

  • Menentukan tokoh dan watak maupun karakternya, baik protagonis, antagonis, atau tritagonis
  • Mencermati pergerakan pemain
  • Mencermati mimik dan pantomimik
  • Mencermati konflik yang muncul
  • Mencermati latar, seperti waktu, tempat, dan suasana
  • Mencermati amanat yang tersirat
  • Mencermati tata suara
  • Mencermati perpaduan dialog, pergerakan pemain, latar, tata rias, tata busana, dan tata suara

Itulah bagaimana cara untuk melatih mimic wajah untuk memainkan acting. Semoga bermanfaat.

3 Cara Melatih Pernapasan Untuk Bermain Akting

Di dalam pementasan drama, diperlukan seorang actor yang memiliki vocal yang baik. Vocal yang baik bisa dilatih dengan latihan pernapasan.

Pernapasan dalam drama juga akan membantu para actor tersebut untuk mengatakan dialog dengan jelas dan lancar.

Bayangkan saja jika actor tidak memiliki kemampuan pernapasan yang baik, pasti akan berpengaruh terhadap kualitas pementasan drama tersebut.

Cara Mudah Melatih Pernapasan Untuk Akting

Cara Mudah Melatih Pernapasan Untuk Akting

Nah, untuk kalian yang berencana mengikuti sebuah acting atau drama, pertama-tama yang harus kalian lakukan adalah melakukan latihan pernapasan.

Untuk memudahkan kalian, di bawah ini POKER CLICK 88 akan memberikan cara mudahnya. Metode ini banyak digunakan oleh mayoritas komunitas teater di dunia termasuk Indonesia.

1.Latihan Mengambil Nafas

Latihan Mengambil Nafas

Pertama-tama kalian harus mengetahui terlebih dulu jenis pernapasan apa yang kamu gunakan

  • Pernapasan dada –  bisa terlihat dari dadanya yang membusung saat menarik nafas.
  • Pernapasan perut –  bisa terlihat dari perutnya yang mengembang ketika bernafas.
  • Pernapasan diafragma – pernapasan ini melibatkan otot-otot diafragma yang bisa menampung lebih banyak udara dan kualitas suaranya juga lebih baik. Bagian yang mengembang adalah belakang tubuh atas pinggu.
  • Pernapasan lengkap – pernapasan ini menggunakan dada dan perut untuk menyimpan udara sehingga udara yang dihirup sampai batas maksimum.

Setelah mengetahui jenis pernapasan apa yang kalian gunakan, kalian hanya perlu bersiap-siap mengambil nafas.

Hal pertama yang kalian butuhkan sebelum mengambil nafas adalah menenangkan pikiran dan badan. Teknik apapun akan terganggu jika kalian tidak bisa menenangkan diri.

Caranya adalah atur tubuh kalian agar tegap, posisikan kaki selebar bahu, dan rentangkan tangan untuk menjaga jarak dengan yang lain.

Jadi, sebelum memulai nafas, pastikan kamu sudah cukup rileks untuk melakukannya. Setelah rileks, mulai hirup udara lewat hidung sebanyak yang kalian bisa. Untuk hal ini biasanya tiap orang berbeda, tergantung dari kondisi fisiknya.

2.Latihan Menahan Nafas

Latian Menahan Nafas

Setelah udara masuk, alirkan udara ke dada atau perut, sesuai dengan pernapasan yang ingin dilatih. Jika udara telah masuk ke dada atau perut, usahakan untuk menahan sampai 5 detik.

Latihan menahan nafas bisa kalian gunakan bertahap. Bisa kalian mulai dengan menahan 5 detik, 10 detik, bahkan sampai 15 detik. Hal ini akan berpengaruh kepada kemampuan bernafas kalian nantinya.

3.Latihan Menghembuskan Nafas

Latihan Menghembuskan Nafas

Setelah menahan nafas, kalian bisa langsung hembuskan dengan perlahan sampai udara habis. Latihan menghembuskan nafas bisa bervariasi.

Kalian bisa sambil mendesis “sssssst”, menggumam, “mmmmmm”, atau bahkan sambil membunyikan huruf vocal “a, i, u, e, o”.

Dengan begitu, kalian bisa melatih pernapasan agar semakin baik dalam berdialog di atas panggung. Setelah latihan pernapasan sudah beres, kalian boleh langsung melatih drama lainnya yaitu olah vocal atau olah tubuh.

Setelah paham bagaimana latihan pernapasan untuk drama, kalian bisa lakukan latihan ini berulang-ulang dan secara rutin.

Selain itu, latihan pernapasan maupun olah vocal biasanya dilakukan di tempat terbuka, seperti taman atau dekat pepohonan. Hal ini akan berguna agar kalian bisa menghirup udara yang lebih sejuk dan juga segar.

Itulah 3 cara mudah untuk melatih pernapasan kalian agar siap untuk tampil menawah di panggung. Tentu saja hal ini harus diimbangi dengan latihan yang giat dan rutin. Yang terpenting adalah jangan pantang menyerah.

Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian.

Dasar-Dasar dan 5 Cara Pembuatan Film

Film yang baik tentu saja memiliki cara pembuatan yang baik dan juga sesuai dengan kaidah. Proses pembuatan film seringkali disebut sebagai filmmaking.

Film making melibatkan beberapa tahap antara lain ide, naskah, casting, shooting, editing, dan screening sebelum film dirilis secara besar-besaran.

Proses ini dilakukan di banyak tempat di seluruh dunia dengan berbagai konteks ekonomi, sosial, politik, dan menggunakan teknologi dan teknik yang sistematik.

Dasar dan Cara Membuat Film

Dasar dan Cara Membuat Film

Cara pembuatan film yang satu dengan lain pada dasarnya sama. Hanya saja tantangan untuk mewujudkan step by step pembuatannya saja yang agak sulit.

Nah, untuk kalian yang ingin mencoba membuat film sendiri, yuk coba untuk memahami dasar-dasar cara membuat film berikut.

1.Menentukan Ide Cerita

Menentukan Ide Cerita

Buatlah sebuah ide cerita untuk filmmu. Tentukan terlebih dahulu genre film yang ingin kalian buat. Drama, horror, action, atau genre lain.

Usahakan untuk menciptakan ide cerita yang tidak pasaran. Kalau kamu ingin mengangkat cerita yang sudah umum, kemaslah dengan unik.

Selain itu, cobalah untuk menentukan tema cerita yang familiar dengan masyarakat karena biasanya masyarakat suka menonton film yang kisahnya mirip dengan mereka.

2.Tentukan Sasaran Penonton

Tentukan Sasaran Penonton

Setelah menentukan ide cerita dan tema, tentukan juga film ini ingin ditunjukan untuk siapa. Apakah anak-anak, remaja, atau dewasa? Menentukan segmentasi penonton akan mempermudah kita membuat alur cerita yang menarik.

3.Membuat Sinopsis Film & Tulis Skenario

Membuat Sinopsis Film & Tulis Skenario

Synopsis merupakan komponen yang harus ada dalam sebuah film. Semua film memerlukan synopsis, tak terkecuali film documenter.

Tulislah synopsis yang ringkas, padat, jelas, dan tepat sasaran dengan konflik yang jelas serta ending yang bisa memberikan kejutan bagi penonton.

Setelah membuat synopsis singkat, langkah selanjutnya adalah menulis scenario. Scenario ini bisa kalian tulis sendiri atau meminta orang lain (yang kompeten) untuk menuliskannya.

Scenario harus ditulis secara detail dan rinci. Dimana scene akan diambil (apakah diluar atau di dalam ruangan), bagaimana ekspresi dan gerak gerik para pemain, serta penjelasan di lokasi mana mereka akan mengambil gambar.

4.Siapkan Alat-Alat Teknis dan Budget

Siapkan Alat-Alat Teknis dan Budget

Tentukan story board (alat perencanaan yang menggambarkan urutan kejadian berupa kumpulan gambar dalam sketsa sederhana), tentukan lokasi yang sesuai dengan scenario.

Lalu siapkan kru, lampu, kamera, setting, property, kostum, make up team, dan sebagainya. Setelah menentukan semua alat teknis dan pemain yang diinginkan, maka kita harus membuat anggaran agar tak melebihi budget yang sudah ditentukan.

Jika anggaran melebihi budget mungkin kalian bisa menyiasati dengan “sewa” entah itu kostum, property, atau alat sehingga biaya tak terlalu bengkak.

5.Syuting dan Editing

Syuting dan Editing

Setelah persiapan siap dan izin untuk pembuatan film sudah turun, maka kaloian sudah bisa memulai proses syuting sesuai dengan scenario yang ada.

Jika proses syuting telah selesai maka langkah selanjutnya adalah mengedit film berdasarkan urutan scene dalam scenario.

Setelah itu kalian bisa mereview hasil film yang sudah ada kemudian melakukan revisi jika ada scene yang jelek dan tidak sesuai dengan scenario.

Scene tersebut bisa kalian buang atau ganti dengan yang baru. Setelah semua proses selesai, saatnya kalian mempromosikan film yang kalian buat di berbagai media.

Itulah tahapan dan cara untuk memulai membuat film. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu kalian terutama untuk kalian yang ingin membuat sebuah film.